SEJARAH KOTA THAIF MAKKAH

Kategori : Artikel, Ditulis pada : 28 Maret 2024, 12:56:07

Tidak selamanya Arab Saudi identik dengan hawa panasnya. Ada satu kota yang sejuk di bagian tenggara kota Makkah berjarak sekitar 100 km, yaitu Thaif. Dalam artikel ini akan diulas sejarah kota Thaif Makkah, simak ulasannya.

Kota Thaif berada pada ketinggian 1700 mdpl, di suatu lereng Pegunungan Sarawat. Walaupun jaraknya tidak jauh dari kota Makkah, namun kota ini mempunyai iklim yang sangat berbeda dengan Makkah. Saat ini Thaif menjadi satu kawasan area pertanian yang penting di jazirah Arab.

Kota yang berada di lembah Pegunungan Asir dan Pegunungan al Hada ini mempunyai sebutan Qaryat al Muluk yang artinya desanya para raja. Dijuluki nama tersebut karena kota ini banyak tempat istana peristirahatan di waktu musim panas bagi raja-raja dan orang terkemuka di Arab Saudi.

Kota Thaif yang indah memberikan pesona tersendiri bagi para wisatawan seperti jamaah umrah atau haji yang ingin melancong ke kota tersebut. Bila ditempuh dengan kendaraan akan memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Apa Keistimewaan Kota Thaif?

Kota Thaif dianugrahi oleh tanah subur meskipun kebanyakan merupakan kawasan bebatuan. Karena tanahnya yang subur itu maka kota Thaif dikenal dengan kekayaan produk pertanian. Banyak macam jenis buah-buahan seperti kurma, delima, anggur dan lain-lain diproduksi oleh kawasan yang subur ini.

Selain buah-buahan juga banyak terdapat macam sayur-sayuran dan bunga. Berbagai macam bunga seperti yasmin, misik dan ambar yang merupakan bahan baku untuk pembuatan minyak wangi. Dari hasil tanaman itulah sebagian di ekspor keluar negeri.

 

Kisah Rasulullah Di Thaif Makkah

Dalam sejarah kota Thaif Makkah di kota ini, Nabi Muhammad SAW mengalami berbagai peristiwa penting. Yang pertama adalah ketika beliau untuk mulai berdakwah agama Islam. Tiga tahun sebelum pindah, Rasulullah pergi ke Thaif untuk membujuk kaum Tsaqif saat itu merupakan penguasa di Thaif, untuk memohon perlindungan dan pertolongan.

Kepergian ke Thaif ini dilakukan tidak lama sesudah wafatnya istri beliau, Khadijah pada tahun 619 Masehi dan wafatnya paman beliau yaitu Abu Thalib pada tahun 620 Masehi yang juga merupakan sosok pelindung Rasulullah SAW saat berdakwah.

Setelah wafatnya kedua tokoh yang disegani oleh kaum kafir Quraisy itu, membuat mereka semakin leluasa mengganggu Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak perduli atas penderitaan Rasulullah. Kaum Tsaqif melempari Rasulullah sampai kaki beliau terluka. Atas perbuatan mereka maka Zaid bin Haritsah melindungi dan membela beliau namun kepalanya juga terluka karena lemparan batu. Di kota Thaif beliau singgah selama 10 hari yang akhirnya pergi meninggalkan kota tersebut.

Di samping peristiwa penindasan terhadap Rasulullah ketika berdakwah, di kota Thaif ini pula terjadi peristiwa peperangan dahsyat setelah perang Hunain. Perang Hunain yaitu peperangan antara kaum muslimin melawan kaum badui dari kabilah Hawazin dan Tsaqif pada tahun 8 hijriyah atau 630 Masehi.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id