Gunung bersejarah Islam yang Menjadi Tempat wisata favorit para Jemaah haji dan umroh

Melakukan ibadah haji dan umroh tidak lengkap rasanya jika tidak berziarah ke tempat wisata yang memiliki nilai sejarah dalam ke-Islaman. Tempat wisata yang memilki nilai sejarah dalam penyebaran Islam antara lain Jabal Tsur, Jabal Rahma, dan Jabal Uhud.

 Istilah Jabal dalam bahasa arab bisa diartikan sebagai gunung atau bukit. Masing-masing jabal tersebut memiliki sejarah yang berbeda, berikut akan diuraikan satu persatu.

 

Jabal Tsur

                Jabal tsur memiliki ketinggian 458 meter, dan dipuncaknya terdapat Gua Tsur. Letaknya  di sebelah selatan Masjidil Haram berjarak kurang lebih 6 km. Jabal ini memiliki nilai yang penting dalam sejarah Islam. Pada saat hendak melakukan hijrah ke Madinah, Rasulullah saw dengan sahabatnya Abu bakar ashiddiq bersembunyi di gunung ini dari kepungan orang kafir Quraisy.  Sebelumnya Rasulullah  berhasil melarikan diri dari kepungan orang kafir Quraisy di rumahnya, kemudian beliau mendatangi Abu Bakar dirumahnya dan mengajak  mencari perlindungan.
                Dari rumah Abu Bakar beliau bersama Abu bakar bersembunyi  di Gua Tsur. Pada waktu yang bersamaan sebagian orang  kafir Quraisy  mengejar Rasulullah SAW. Beruntunglah Rasulullah beserta Abu Bakar telah sampai terlebih dahulu  di dalam Gua Tsur dan kemudian bersembunyi.

Orang kafir Quraisy  menemukan gua tersebut, namun dalam keadaan tertutup dengan sarang laba-laba dan tampak  burung merpati yang sedang bertelur di sarangnya. Melihat keadaan tersebut, mereka berkesimpulan bahwa Rasullah SAW tidak mungkin bersembunyi di gua.
                Tiga hari kemudian, Orang kafir Quraisy yang mengejar Rasulullah akhirnya menyerah karena beranggapan keadaan gua yang seperti itu mana mungkin ada orang yang bersedia masuk. Kemudian orang kafir Quraisy itu pergi. Rasulullah bersama dengan Abu bakar akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

 

Jabal Rahma

                Jabal Rahma merupakan gunung kecil yang terdiri dari batuan-batuan besar, letaknya sekitar 1,5 km dari Masjid Namirah. Pada puncak Jabal Rahma terdapat sebuah tiang berbentuk segiempat dengan ukuran lebar 2 meter dan tingginya 8 meter. Untuk bisa sampai ke puncak, pengunjung bisa menaiki anak tangga yang berjumlah 168 buah. Sebelum jamaah haji melakukan rukun haji, mereka akan mengunjungi Jabal Rahma.

                Terdapat pula tapak batu disekitaran Jabal Rahma. Pada jaman Rasulullah SAW, tapak batu ini berfungsi sebagai tempat wukuf di hari Arafah pada saat melaksanakan haji wada’. Di tempat inilah kemudian Allah menurunkan surat Al-Maidah ayat 3 kepada Rasulullah.

Di jabal ini pula Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah terpisah selama 100 tahun. Begitu besarnya nilai sejarah yang dimiliki oleh jabal ini, membuat banyak Jemaah yang ingin melakukan wukuf di tempat bekas wukuf Rasululah tersebut.

 

Jabal Uhud

                Merupakan bukit terbesar di Kota Madinah. Bukit ini terletak 5 km dari pusat Kota Madinah.  Lokasinya berada di pinggir jalan Madinah menuju Makkah.  Mulai tahun 1984 perjalanan jemaah haji Makkah ke Madinah atau dari Madinah ke Jeddah tidak melalui jalan didekat Jabal Uhud, melainkan melalui jalan baru yang tidak melewati pinggir jabal tersebut.

                Bukit terbesar ini memiliki nilai sejarah Islam yang penting yaitu terjadinya perang dahsyat antara kaum muslimin berjumlah  700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang. Dalam perang  tersebut kaum muslimin yang meninggal dunia mencapai  70 orang syuhada, antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi Muhammad SAW.

Pada akhirnya perang ini dimenangkan oleh kaum muslimin meskipun berjumlah lebih sedikit dibandingkan kaum musyrikin.

Asal mula kegiatan Umroh di Ka’bah

Di dunia ini selalu ada misteri dan sejarah yang tersembunyi pada masing-masing kawasan yang diciptakan oleh Allah. Beda tempat beda pula sejarahnya. Tak hanya berwujud suatu kawasan saja, melainkan suatu kegiatan tertentu juga memiliki sejarah, salah satunya ialah kegiatan umroh. Sejarah umroh dapat anda temukan diulasan berikut ini.

 

Sejarah umroh dan asal mulanya

                Umroh memiliki makna berziarah atau mengunjungi. Jika dimaknakan secara syar’i maka artinya berziarah ke Baitullah atau Mekkah dengan menanamkan niat ihram, melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah, Sa’i di antara Shafa dan Marwah serta mencukur rambut. 

Umroh merupakan salah satu aktivitas ibadah dalam agama Islam yang mana sejarahnya tak dapat terlepas dari asal-usul Nabi Muhammad SAW dalam melakukan ibadah haji untuk kali pertama.

                Pada tahun 6 Hijriyah Nabi Muhammad SAW menjalani ibadah haji dengan 1500 sahabat ke Mekkah. Mereka semua berangkat dengan menggunakan pakaian ihram, yakni kain putih tanpa jahitan dengan membawa unta yang ditujukan sebagai hewan Qurban. Tetapi sayangnya diperjalanan yang pertama ini tak berhasil, karena Nabi dan sahabat dicegat oleh para kaum Quraysi di Hudaibiyah. Tempat tersebut kemudian menjadi saksi tercetusnya perundingan Hudaibiyah.

                Salah satu isi dari perjanjian tersebut terbilang merugikan umat muslim, karena kaum muslim dilarang melakukan ibadah haji di tahun tersebut, dan hanya bisa kembali di tahun depan namun tidak diperbolehkan lebih dari 3 hari. Karena hal tersebut kemudian Nabi Muhammad SAW beserta sahabat menunda perjalanan ibadah haji yang kali pertama itu. Meskipun banyak dari para sahabat yang tidak menyetujui perjanjian tersebut tetapi Nabi tetap sepakat dengan perjanjian Hudaibiyah itu.

 

Pertama kali pelaksanaan umroh

                Sejarah umroh menyebutkan bahwa pada tahun berikutnya yakni di tahun 7 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW dengan 2000 orang di dalam rombongan berhasil menjalankan umroh ke Baitullah. Mereka memasuki Ka’bah dan segera menjalani thawaf.

Seusai thawaf 7 kali putaran mengelilingi Baitullah, Rasulullah kemudian melakukan shalat di makam Nabi Ibrahim As lalu meminum air zam-zam. Setelahnya dilakukan sa’i atau lari-lari kecil yang diawali dari Shafa ke Marwah. Dan sebagai penutup Nabi menjalani kegiatan tahallul atau mencukur sebagian rambut.

                Sampai saat ini yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada waktu melakukan umroh pertama kali dijadikan sebagai rukun umroh yang diberlakukan untuk seluruh umat Islam yang menjalani ibadah umroh, yakni meliputi Ihram atau niat, thawaf dan sa’i. Tak lupa kewajibannya yang berisi menjalankan ihran ketika masuk miqat dan tahallul.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika berumroh

                Sewaktu menjalani serangkaian akrivitas umroh, anda perlu memperhatikan beberapa hal. Tentunya hal-hal berikut ini akan berpengaruh terhadap ibadah yang anda jalani. Yakni:

  1. Jika anda meninggalkan kegiatan ihram, thawaf dan sa’i maka ibadah umroh yang dilakukan dianggap tidak sah dan harus mengulangi.
  2. Apabila melakukan jima’ atau hubungan suamu-istri sebelum menjalani tahallul maka wajib hukumnya membayar seekor kambing sebagaimana fatwa dari Ibnu Abbas Ra.

Madinah maupun Mekkah merupakan kota Islam yang sangat menggetarkan hati apabila dikunjungi. Anda akan mendapati perjalanan spiritual yang mengesankan ketika berada di tempat tersebut.

Ketika hati anda merasa gelisah karena suatu perkara, maka bergegaslah hengkang ke Baitullah dan menyusuri tempat-tempat bersejarah Islam guna mendapatkan ketenangan hati. Anda dapat mencoba untuk berumroh kemudian singgah Madinah untuk menjejaki sejarah Nabi.

Kumpulan informasi tentang umroh terlengkap

                Sebagai umat muslim tentu sudah menjadi kewajiban dan panggilan hati untuk menjalankan setiap ibadah wajib dan sunah dalam agama Islam. Mulai dari shalat 5 waktu, puasa, zakat hingga melakukan ibadah haji dan umrah.

                Umroh sendiri merupakan suatu bentuk ibadah yang dapat dilakukan dengan menjalani serangkaian kegiatan yang terdiri atas Ihram, Thawaf, Sa’i serta Tahalul. Ritual ibadah tersebut dilaksanakan di kota Mekah, utamanya di Masjidil Haram. Namun sebelum menjalani ibadah ini, seseorang haruslah mengetahui benar segala hal terkait umroh meliputi syarat umroh hingga biaya umroh. Lebih lengkapnya akan diuraikan satu per satu dalam ulasan dibawah ini.

 

Syarat Melakukan Umroh

                Syarat adalah sesuatu yang wajib dilakukan siapapun yang ingin berumroh. Karena wajib, maka hal ini perlu dipelajari. Sama halnya seperti ibadah-ibadah lain, dalam umroh juga menerapkan beberapa syarat yang harus dipatuhi agar ibadah umroh yang dijalankan diterima oleh Sang Pencipta. Syarat-syarat tersebut ialah:

  1. Islam

Ini merupakan syarat wajib yang harus dijalani oleh pelaku umroh. Seperti yang anda ketahui jika ibadah ini merupakan ibadah bagi yang beragama Islam, maka non-Islam tidak disyariatkan menjalankan kegiatan ibadah berikut. Bagi umat Islam yang telah mampu, diperkenankan untuk melakukan ibadah berikut.

  1. Berakal

Umroh yang dilakukan oleh orang yang tak berakal atau gila tidak dianggap sah. Karena memang syaratnya harus orang yang berakal.

  1. Istitaah

Artinya pelaku umroh harus memiliki kemampuan akan segi fisik, biaya hingga keamanan.

  1. Baligh

Ini merupakan salah satu rukun umroh. Bagi anak yang belum baligh tidak disyariatkan untuk melakukan ibadah berikut.

  1. Merdeka

Telah merdeka dan bukan hamba sahaya (budak), hal ini merupakan syarat umroh karena ibadah ini memerlukan waktu yang cukup lama, jika hamba sahaya menjalankan kegiatan berikut dikhawatirkan kepentingan tuannya akan terbengkalai.

 

Kewajiban dalam umroh

                Dalam menjalani umroh, ada pula kewajiban-kewajiban yang perlu anda lakukan Apabila kewajiban ini tidak dijalankan maka anda harus mengganti dengan membayar denda atau dam. Seusai membayar dam, ibadah umroh baru akan sempurna. Yang menjadi wajib umroh meliputi:

  • Melakukan kegiatan ihram sewaktu masuk ke miqat
  • Menjalani tahalul atau memotong sebagian maupun seluruh rambut.

 

Tentang umroh dan biayanya

                Selanjutnya, dalam menjalani ibadah umroh terdapat beberapa tata cara yang harus dipatuhi. Umroh merupakan suatu kegiatan spiritual yang diharapkan dapat mendekatkan pribadi dengan Allah. Maka dari itu dalam melakukannya anda harus sepenuh hati, terutama menjalani runtutan aktivitas dari umroh itu sendiri.

                Ibadah haji dan umroh hampir mirip, namun tetap anda yang membedakan. Salah satunya waktu pelaksanaan umroh dapat kapan saja, tetapi tidak demikian dengan ibadah haji yang hanya dapat dilakukan pada bulan haji.

                Biaya umroh memang beragam, tergantung pada agen travel yang bersangkutan. Anda pun dapat memilih menggunakan pelayanan jasa yang sesuai dengan kantong anda. Untuk tahun 2016 ini, biaya umroh berkisar antara Rp. 25.000.000 hingga 45.200.000. tetapi biasanya biaya umroh dari tahun ke tahun memang terus mengalami peningkatan, walaupun demikian tidak akan menyurutkan semangat anda untuk berumroh bukan?

                Beberapa informasi tentang umroh tersebut dapat memperkaya pengetahuan anda. Selain itu juga dapat meminimalisir beberapa kesalahan yang timbul ketika umroh, yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan dasar perihal ibadah umroh. Sebagai umat muslim yang mampu maka jalankanlah ibadah yang berikut ini, agar benteng diri makin kuat.

 

 

 

 

 

 

Alasan Memilih Kami?

Amanah Kami berkomitmen kuat untuk menjaga amanah yang telah diberikan oleh jamaah.
Syariah Kami menjaga seluruh transaksi yang dilakukan menggunakan prinsip syariah.
Terpercaya Fasilitas dan kepastian keberangkatan menjadi prioritas kami