Menelusuri Jejak Nabi Muhammad SAW di Sekitar Masjid Nabawi

Masjid Nabawi memiliki nilai penting bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah. Karena di masjid ini terdapat makam Nabi Muhammad SAW beserta dua sahabatnya. Jamaah yang melakukan shalat di masjid ini maka akan mendapat keutamaan 1000 kali dibandingkan shalat di masjid lain kecuali masjidil haram.

Mengunjungi masjid Nabawi selain untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan memperoleh keutamaan shalat, jamaah bisa mengunjungi tempat lain yang merupakan jejak Nabi Muhammad semasa hidupnya.

 

Raudhoh

                Raudhoh memiliki arti taman. Luas tempat ini dari timur ke barat sepanjang 22 meter, sedangkan dari utara ke selatan 15 meter. Tempat ini berada  di dalam Masjid Nabawi yang ditandai dengan tiang-tiang putih mulai makam Nabi Muhammad SAW hingga mimbar Nabi. Raudhoh adalah satu tempat yang mulia di dalam Masjid Nabawi, karena  menjadi tempat Rasulullah dan sahabat beribadah dan tempat turunnya wahyu kepada Rasulullah serta merupakan sebuah taman dari taman-taman syurga.
                Mimbar yang sekarang terdapat di dalamnya  adalah mimbar yang dibuat pada masa Sultan Muraad Al-Usmani pada tahun 1600 M. Letak mimbar ini tepat ditempat mimbar Rasulullah. Mihrab Nabawi merupakan tempat Rasulullah berdiri menjadi Imam shalat berjamaah.

Ketika membangun masjid, Rasulullah tidak membuat mihrab. Ketika menjadi imam shalat,  beliau selalu berdiri di tempat yang sama berjarak kurang lebih 6 meter disebelah timur mimbar. Kemudian pada tahun 90 H (712 M) Khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz memerintahkan untuk membangun bentuk setengah lingkaran ditempat tersebut dan diberi nama Mihrab Nabawi.
                Raudhoh merupakan tempat yang makbul untuk berdoa. Tidaklah  heran tempat ini menjadi tempat paling favorit untuk sholat dan memanjatkan doa bagi para jamaah. Untuk dapat melaksanakan  shalat di tempat ini  tidaklah mudah. Jamaah harus rela berebut tempat dengan sebagian jemaah calon haji seluruh dunia.

Makam Baqi

                Makam Baqi terletak di sebelah timur Masjid Nabawi dan hanya dibatasi oleh halaman masjid. Tempat ini merupakan areal pemakaman lama yang dipakai  sejak zaman jahiliyah hingga  sekarang. Pada lokasi pemakaman ini disemayamkan Usman bin Affan, para anak dan istri Rasulullah kecuali Siti Khadijah serta sahabat-sahabat Rasulullah.
                Dahulu lokasi Baqi merupakan  kebun dengan banyak pepohonan berduri. Penduduk Madinah yang meninggal di Madinah haruslah dimakamkan ditempat ini. Oleh karena itu kaum muslimin menebang pepohonan berduri tersebut agar bisa dijadikan pemakaman. Rasulullah SAW sering mengunjungi Makam Baqi pada malam hari, lalu berdoa dan memohonkan ampunan bagi penghuninya.
                Kini pemakaman Baqi  telah mengalami perluasan dari aslinya. Perluasan tersebut dilakukan dengan membongkar bangunan-bangunan di sekitarnya. Luas pemakaman ini sekitar 138.000 meter persegi dan  dikelilingi pagar marmer yang kokoh. Pada bagian luarnya dibangun tempat ziarah yang tinggi, agar  peziarah dapat melihat lokasi pemakaman dari luar tanpa harus masuk ke dalamnya.

                Demikian sedikit uraian ketika mengenai menelusuri jejak Nabi Muhammad SAW di sekitar Masjid Nabawi. Raudhoh dan Makam Baqi merupakan tempat bersejarah peninggalan Nabi Muhammad SAW yang memiliki nilai Islam yang tinggi. Melakukan ziarah ke tempat ini akan memperoleh pahala yang besar.

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di kota Madinah, kemudian dimakamkan di Masjid Nabawi yang terletak di kota Madinah juga. Selain bertujuan untu beribadah dan berziarah, mengunjungi tempat-tempat di sekitar Masjid Nabawi dapat mengingatkan peristiwa maulid Nabi Muhammad SAW serta perjuangan beliau untuk menyebarkan Islam hingga beliau wafat.

 

Panduan Melakukan Ibadah Umroh

Umroh hukumnya wajib bagi umat Isam yang mampu, berakal dan sudah baligh. Selain itu, kegiatan ini juga akan lebih mendekatkan diri anda dengan Allah SWT. Tidak ada salahnya sebagai insan yang beriman kita menjalankan ibadah yang terdiri dari berniat ihram, tawaf, serta sa’i ini. umroh merupakan salah satu obat ampuh untuk menangkan hati yang gundah.

                Ketika menghadapi suatu masalah, tentunya tiap manusia beriman memerlukan lingkungan yang kondusif agar dapat berfikir dengan tenang dan rileks. Maka untuk itu, umroh ialah alternatif cara yang terbilang ampuh. Bagi anda yang belum pernah melakukan ibadah berikut ini tentu memerluknan sebuah panduan agar dapat dengan sempurna ketika menjalani serangkaian ibadah umroh tersebut. Maka simak ulasan di bawah ini.

 

Runtutan kegiatan umroh

                Dalam melakukan umroh, anda harus menjalani beberapa aktivitasnya. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan bagian dari umroh yang tidak dapat anda lewatkan karena telah menjadi rukun dari umroh. Di antaranya:

  1. Niat

Apabila hal ini anda lewatkan maka umroh yang anda lakukan tidak sah. Dari Saydina Umar bin Khattab, beliau berkata: Saya dengar Rasulullah SAW berkata: bahwasanya seluruh perbuatan dengan niat, dan yang didapatkan manusia ialah apa yang diniatkannya”. (HR. Bukhari, Shahih Bukhari Juz 1 hal. 6).
Niatnya dapat berupa Labbaik Umrotan (Ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan umroh) atau dengan mengucapkan Allahumma Labbaik Umrotan (Ya Allah, ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umroh).
Niat diambil sewaktu berada di Birr Ali yaitu suatu wilayah yang letaknya ada di antara Mekkah dan Madina, tepatnya di jalan raya Mekkah-Madinah pada area Dzulhulaifah yang berjarak 9 km dari Masjib Nabawi. Seusai diniatkan ihram maka larangan-larangan umroh mulai berlaku.

  1. Thawaf Ka’bah

Ini merupakan bagian dari kegiatan umroh yang mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, yang mana 3 putaran pertama dengana berlari-lari kecil jika memungkinkan dan selanjutkan berjalan seperti biasa.
Kegiatan ini dimulai dan berakhir di Hajar Aswad dengan Baitullah dijadikan disisi kiri. Tata cara melakukannya ialah dengan berjalan di dekat Hajar Aswad sembari mencium, menyapu maupun memberikan isyarat sedapatnya.
Hajar Aswad sendiri merupakan batuan yang berasal dari surga dan tak ada lagi batuan dari surga lainnya.

  1. Sa’i

Kegiatan ini dilakukan dengan cara berjalan atau berlari-lari kecil sebanyak 7 kali bolak-balik di antara bukit Shafa dan Marwah yang memiliki jarak 405 meter. Ibadah yang satu ini dapat dilakukan meskipun dalan kondisi tidak berwudhu, haid atau nifas.

  1. Tahallul

Secara harfiah tahalluh diartikan sebagai dihalalkan. Yaitu dihalalkan bagi para peserta umroh untuk menjalani hal-hal yang sebelumnya telah dilarang ketika sudah memulai ihram. Tahallul ini ditandai dengan mencukur rambut minimal 3 helai.

  1. Tertib

Tertib memiliki pengertian secara urut dan runtut dalam menjalani rukun umroh di atas.

 

Acara pasca umroh

                Setelah runtutan ibadah umroh selesai, biasanya acara selanjutnya ialah Tausiah Mekkah, City Tour dan Ziarah Kota Mekkah, Islah dan City Tour Jeddah, serta anda akan diajak berburu pengalaman-pengalaman mengesankan oleh agen travel yang anda tunjung sebagai biro perjalanan umroh yang anda lakukan.

                Sesuatu yang diawali dengan suatu niat yang baik pasti akan dicatat sebagai amalan baik pula. Maka dari itu silakan melakukan ibadah umroh demi mendapatkan pengalaman spiritual yang berbeda daripada biasanya. Lakukanlah dengan perasaan ikhlas.

Masjid Ar-rahman, Masjid Terapung diatas Laut Merah Kota Jeddah

Masjid Ar-rahman merupakan salah satu tujuan wisata bagi para jamaah haji yang melakukan ibadah haji atau umroh. Masjid ini adalah masjid terpopuler di kota Jeddah. Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke tanah suci tanpa mengunjungi masjid yang dibangun di atas Laut Merah.

Banyak biro jasa haji dan umroh yang menawarkan kunjungan ke masjid ini. Sebenarnya Masjid Ar-rahman tidak memiliki kaitan dengan ibadah haji atau umrah maupun sejarah Islam, namun karena keindahannya inilah yang menjadikan masjid ini begitu menarik untuk dikunjungi.

 

Sejarah perkembangan Masjid

                Pada awalnya masjid ini diberi nama Masjid Fatimah, kemudian para pengunjung menghubungkan nama putri Rasulullah yaitu Fatimah Az-Zahra. Lama kelamaan masjid ini mendapat sebutan masjid Fatimah Az-zahra. Hingga akhirnya pemerintah Saudi Arabia mengubah nama masjid menjadi Masjid Ar-rahman.

Penggantian nama masjid bertujuan agar para jamaah tidak terjadi salah pengertian terkait keberadaan masjid. Di lain sisi, karena masjid ini didirikan diatas laut merah dengan pondasi beton yang kuat maka dari kejauhan masjid ini terkesan terapung di atas laut, sehingga sering disebut juga sebagai masjid terapung.

 

Desain Masjid

                Masjid Ar-rahman  memiliki dimensi sekitar 20 x 30 meter. Bagian dalam masjid dihiasi dengan banyak tulisan kaligrafi yang sangatlah indah. Tidak hanya masjid  yang bisa dinikmati oleh para pengunjung, air Laut Merah disekitar masjid juga bisa menjadi objek wisata favorit.
                Keindahan Masjid Ar-rahman  membuat takjub para pengunjung, karena dibangun diatas laut.  Bangunan masjid menggabungkan arsitektur bergaya modern dan seni bangunan Islam kuno. Masjid ini memiliki ruang sholat yang luas dengan dekorasi sangat indah.  Masjid juga dilengkapi peralatan berteknologi terbaru terutama sound system, ketika musim dingin juga disediakan keran-keran air hangat.
                Ketakjuban para pengunjung akan berlanjut ketika melihat dekorasi interior yang fantastik. Pencahayaan yang sempurna di bagian atap mampu memberikan kenyamanan  tersendiri bagi pengunjung Masjid.

 

Pesona panorama keindahan masjid

                Keindahan bangunan serta interior masjid sudah tidak diragukan lagi. Masjid ini  memiliki sisi kecantikan yang bisa dinikmati dan  semakin terasa pada saat melaksanakan shalat di malam hari. Suara gemuruh ombak laut  dipadukan dengan desain masjid yang menakjubkan membuat suasana ibadah menjadi terasa kusyuk.

Pada saat subuh, Masjid Ar-rahman  terlihat mengagumkan karena sinar matahari yang masih redup menjadi latar bagi Masjid. Lampu-lampu yang masih menyala memberikan kilauan cahaya yang indah.

 

Lokasi

                Masjid Ar-rahman didirikan di kawasan Jeddah Cornice atau Kurnis Jeddah. Kawasan ini dikembangkan sebagai kawasan wisata disepanjang laut merah oleh otoritas setempat.  Kota Jeddah senantiasa berbenah sehingga menjadi kota metropolitan yang sangat menawan. Lokasi berdirinya Masjid Ar-rahman merupakan kawasan yang tertatat begitu indah dan menawan.

 

Kawasan Cornice Kota Jeddah

                Mengungkap lebih dalam tentang Cornice, sebenarnya kata  Cornice berasal dari bahasa Prancis yang mempunyai arti ruas jalanan ditepian terjal.  Kemudian kata tersebut  mengalami pergeseran  makna menjadi sebuah kawasan terbuka yang luas di tepian pantai.

                Sebenarnya Masjid Ar-Rahman bukanlah satu-satunya masjid yang berada di kawasan Jeddah Cornice. Terdapat pula beberapa masjid yang berukuran lebih kecil disepanjang pantai. Masjid-masjid tersebut antara lain, Island Mosque atau Masjid Pulau, Masjid Ruwais dan Masjid Kurnis. Semua masjid tersebut  berhasil mendapatkan penghargaan dari Aga Khan Award of Architecture.

                Demikianlah penjelasan mengenai Masjid Ar-rahman, masjid terapung  diatas Laut Merah Kota Jeddah. Meskipun tidak memiliki nilai sejarah Islam dan kaitan dengan ibadah haji atau umrah, akan tetapi masjid ini sudah terkenal diseluruh penjuru dunia. Letaknya yang  dibangun diatas laut merah membuat masjid ini semakin menakjubkan dan pantas untuk dikunjungi untuk sekedar berwisata atau melakukan ibadah shalat.

Wisata Ilmu pengetahuan untuk Para Jamaah Umroh

Ibadah umroh merupakan bentuk ibadah yang menyenangkan karena selain menjalankan serangkaian kewajiban umroh, jamaah bisa sekalian melaksanakan kunjungan wisata ke berbagai tempat di tanah suci. Melakukan ziarah makam dan mengunjungi tempat bersejarah Islam merupakan wisata yang sudah sering dilakukan oleh para jamaah. Kini ditawarkan wisata ilmu pengetahun yang bisa menambah wawasan mengenai perkembangan Islam di tanah suci.

 

Perpustakaan King Abdul Aziz.

                Perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar dan termodern di Arab Saudi. Letaknya di jalan Al Munakhah Madinah, terletak tidak jauh pula dari Masjid Nabawi. Tempat ini diresmikan oleh Raja Fahd bin Abdul Azis pada tanggal 16 Muharram 1403 atau tahun 1983. Tempat ini memiliki halaman yang luas dihiasi air mancur dan taman. Terdapat lebih dari 50.000 jilid buku yang disumbangkan untuk perpustakaan ini oleh Departemen Urusan Islam, wakaf dan dakwah.     

                Gedung perpustakaan terdiri dari 6 lantai, masing-masing lantai memiliki fungsi yang berbeda. Lantai satu  merupakan pintu gerbang utama dan kamar pengawasan melalui CCTV. Terdapat ruang baca dan sekatan untuk penelitian, aula untuk ceramah,  kantin dan perpustakaan khusus untuk anak-anak. Sedangkan lantai berikutnya dipergunakan untuk penjilidan dan unit mikrofilm.

                Lantai ketiga berisi mushaf-mushaf Al-Quran dan berbagai macam mushaf hasil tulisan tangan. Lantai empat terdapat buku-buku yang ditata rapi meliputi buku ilmu pengetahuan umum, filsafat, agama, ilmu sosial, dan linguistik. Selain itu, di lantai ini juga berisi aneka macam buku ilmu murni, puisi, prosa, sejarah, dan masih banyak lagi. Sedikit berbeda dengan lantai terakhir yakni lantai 6. Lantai ini dijadikan sebagai gudang tempat menyimpan perabotan dan rak buku.

 

Percetakan Al Qur’an Terbesar Di Dunia

                Madinah memiliki percetakan terbesar dan terlengkap di dunia yaitu Lembaga Percetakan Al Qur’an Raja Fahd. Bangunan ini terletak di Jalan Tabuk Madinah, dibangun diatas lahan seluas 250.000 meter persegi. Lahan ini dipergunakan untuk gedung percetakan seluas 33.315 meter persegi, perkantoran 5.768 meter persegi, sisanya dipergunakan untuk pembangunan fasilitas umum seperti masjid, swalayan, balai pertemuan, dan fasiltas umum lainnya.

                Dalam rencananya, percetakan Al Qur’an ini mampu  memproduksi 7 juta mushaf Al Qur’an dalam satu tahun dan 100.000 paket lengkap kaset-kaset rekaman bacaan Al Qu-ran termasuk 2 juta naskah terjemahan makna Al Qur’an. Percetakan ini juga mencetak terjemahan Al Qur’an dalam 20 bahasa diantaranya bahasa Inggris, Albania, Benggali, Bosnia, China, Hausa, Spanyol, Tamil, Turki, Urdu, Kazakistan, Korea, Malabar, Pashto, Perancis, Persia, Somalia, Melayu dan Indonesia.

 

Masjid Qishash
                Awalnya masjid ini memiliki nama Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali dan terletak di kawasan Al-Balad Jeddah tepatnya berhadapan dengan Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. Kawasan ini sangat terkenal sebagai pusat belanja dan pusat oleh-oleh di kalangan jamaah asal Indonesia. Masjid Qishash, merupakan salah satu masjid yang menjadi saksi pelaksanaan Hukum Qisas.

                Dari luar, masjid ini terlihat biasa dan tidak memperlihatkan kemewahan. Masjid ini memiliki 26 kubah, satu kubah tinggi persis di atas mihrab dan satu kubah lainnya di atas pintu masuk sebelah selatan.
                Ketika memasuki wilayah di dalam masjid, maka akan terlihat arsitektur bagian dalam masjid ternyata sangat unik dengan interior yang indah. Terdapat hamparan permadani merah dan garis shab coklat. Dinding masjid ini juga dilengkapi dengan bahan kedap suara, sehingga suara dari dalam masjid tidak bisa terdengar dari luar.
                Masjid ini memilliki halaman yang cukup luas dan berlantai keramik. Pada bagian tengah halaman terdapat pendopo dengan luas kurang lebih 15 x 15 meter. Pendopo tersebut memiliki lantai yang sedikit lebih tinggi dibandingkan lantai halaman, berkeramik putih, dipagari, dan diberi tenda. Di pendopo ini lah hukum qishash dilaksanakan.

3 Masjid Cantik di Tanah Suci yang Menjadi Tempat Miqot Para Jamaah Umroh

Miqot adalah batas-batas waktu atau tempat yang ditentukan oleh Rasulullah saw untuk memulai ibadah haji dan umroh. Miqot dimulai dengan memakai pakaian ihram sebelum melintasi batas-batas yang telah ditentukan.

Umat muslim yang datang ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umroh,  maka wajib berihram dari tempat miqot. Apabila jamaah umroh lupa memakai pakain ihram dari tempat miqot yang sudah ditentukan maka jamaah tersebut terkena denda menyembelih satu ekor kambing.

Lalu dimanakah tempat miqot tersebut? Berikut 3 Masjid cantik yang menjadi tempat miqot para jamaah umrah, yaitu:

 

Masjid Bir Ali

                Masjid Bir Ali terletak 11 km atau sekitar 15 menit dari Madinah. Umat Islam yang berangkat umrah  dari Madinah, dipastikan akan mengambil miqot di masjid ini. Masjid ini merupakan masjid terindah di Madinah setelah masjid Nabawi. Masjid ini disebut sebagai Masjid Bir Ali karena pada jaman dahulu Ali Bin Abi Thalib menggali banyak sumur disekitaran masjid. Kini bekas-bekas galian sumur tersebut tidak tampak lagi.
                Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Makkah  masih cukup jauh yaitu sekitar 450 km. Membutuhkan waktu 4 hingga  6 jam naik bus untuk tiba di Makkah. Begitu banyaknya jamaah  umrah yang melakukan miqot membuat masjid ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk jamaah yang memiliki kekurangan fisik (cacat tubuh). Kebersihan masjid sangat dijaga oleh petugas kebersihan, sehingga seluruh bagian dari masjid ini berbau wangi dan nyaman untuk para jamaah.
                Awalnya masjid ini berukuran kecil, karena mengalami beberapa kali renovasi kini bangunan masjid  menjadi sangat luas dan megah.  Keseluruhan luas area masjid sekitar 90.000 meter persegi yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 meter persegi terdiri dari taman, lapangan parkir, dan paviliun. Ukuran masjid yang besar bertujuan agar mampu menampung banyak jamaah haji.

 

Masjid Ji’ronah

                Masjid Ji’ronah terletak di kampung Ji’ronah yang  merupakan nama sebuah perkampungan Wadi saraf dan dikelilingi bukit-bukit berbatu yang tandus. Masjid Ji’ronah ditetapkan sebagai tempat miqot bagi jamaah umrah khususnya untuk para penduduk Makkah. Masjid ini terletak di bagian timur laut kota Makkah dan jaraknya  22-28 km dari kota Makkah.

                Luas masjid mencapai 1.600 meter persegi  dan mampu menampung hingga 1.000 jamaah. Area parkir disediakan sangat luas agar mampu menampung ratusan bis dan kendaraan lainnya. Di halaman masjid akan banyak di temui para pedagang kaki lima keturunan Bangladesh atau Barmawi yang berjualan yang menjual berbagai macam cinderamata.
                Ji’ronah adalah tanda batas haram maka jamaah harus memakai pakaian ihram dan berniat ihram sebelum memasuki tanah suci Makkah. Banyak ulama berpendapat bahwa miqot yang dilakukan di Masjid Ji’ronah merupakan miqot tertinggi derajatnya dibandingkan dengan miqot yang lain. Rasulullah pernah bermukim selama 13 hari dan berihram di masjid ini sebelum melakukan umrah.

 

Masjid Tane’em

                Masjid Tane’em terletak di sebelah utara masjidil haram dengan jarak sekiatar 7,5km di pinggir jalan raya menuju Kota Madinah, dan sekaligus menjadi batas utara tanah haram.  Masjid ini menjadi tempat miqot bagi penduduk Makkah yang akan melaksanakan Umrah.  Masjid ini sering mengalami renovasi sampai pada masa pemerintahan almarhum Malik Fahad bin Abdul Aziz.
                Luas Masjid Tane’em  sekitar 6000 meter persegi dan luas keseluruhan kira-kira 84.000 meter persegi. Masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas diantaranya halaman parkir, tempat wudhu  dan toilet. Di dalam masjid juga dilengkapi dengan fasilitas,  seperti AC, kipas angin, mushaf al-Qur’an, serta lantai beralaskan permadani yang sangat indah. Masjid ini menyediakan transportasi bus sebagai angkutan umum  menuju Masjidil Haram.

Alasan Memilih Kami?

Amanah Kami berkomitmen kuat untuk menjaga amanah yang telah diberikan oleh jamaah.
Syariah Kami menjaga seluruh transaksi yang dilakukan menggunakan prinsip syariah.
Terpercaya Fasilitas dan kepastian keberangkatan menjadi prioritas kami