3 Masjid Cantik di Tanah Suci yang Menjadi Tempat Miqot Para Jamaah Umroh

Kategori: Umroh & Haji Ditulis oleh Putra Aditya

Miqot adalah batas-batas waktu atau tempat yang ditentukan oleh Rasulullah saw untuk memulai ibadah haji dan umroh. Miqot dimulai dengan memakai pakaian ihram sebelum melintasi batas-batas yang telah ditentukan.

Umat muslim yang datang ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umroh,  maka wajib berihram dari tempat miqot. Apabila jamaah umroh lupa memakai pakain ihram dari tempat miqot yang sudah ditentukan maka jamaah tersebut terkena denda menyembelih satu ekor kambing.

Lalu dimanakah tempat miqot tersebut? Berikut 3 Masjid cantik yang menjadi tempat miqot para jamaah umrah, yaitu:

 

Masjid Bir Ali

                Masjid Bir Ali terletak 11 km atau sekitar 15 menit dari Madinah. Umat Islam yang berangkat umrah  dari Madinah, dipastikan akan mengambil miqot di masjid ini. Masjid ini merupakan masjid terindah di Madinah setelah masjid Nabawi. Masjid ini disebut sebagai Masjid Bir Ali karena pada jaman dahulu Ali Bin Abi Thalib menggali banyak sumur disekitaran masjid. Kini bekas-bekas galian sumur tersebut tidak tampak lagi.
                Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Makkah  masih cukup jauh yaitu sekitar 450 km. Membutuhkan waktu 4 hingga  6 jam naik bus untuk tiba di Makkah. Begitu banyaknya jamaah  umrah yang melakukan miqot membuat masjid ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk jamaah yang memiliki kekurangan fisik (cacat tubuh). Kebersihan masjid sangat dijaga oleh petugas kebersihan, sehingga seluruh bagian dari masjid ini berbau wangi dan nyaman untuk para jamaah.
                Awalnya masjid ini berukuran kecil, karena mengalami beberapa kali renovasi kini bangunan masjid  menjadi sangat luas dan megah.  Keseluruhan luas area masjid sekitar 90.000 meter persegi yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 meter persegi terdiri dari taman, lapangan parkir, dan paviliun. Ukuran masjid yang besar bertujuan agar mampu menampung banyak jamaah haji.

 

Masjid Ji’ronah

                Masjid Ji’ronah terletak di kampung Ji’ronah yang  merupakan nama sebuah perkampungan Wadi saraf dan dikelilingi bukit-bukit berbatu yang tandus. Masjid Ji’ronah ditetapkan sebagai tempat miqot bagi jamaah umrah khususnya untuk para penduduk Makkah. Masjid ini terletak di bagian timur laut kota Makkah dan jaraknya  22-28 km dari kota Makkah.

                Luas masjid mencapai 1.600 meter persegi  dan mampu menampung hingga 1.000 jamaah. Area parkir disediakan sangat luas agar mampu menampung ratusan bis dan kendaraan lainnya. Di halaman masjid akan banyak di temui para pedagang kaki lima keturunan Bangladesh atau Barmawi yang berjualan yang menjual berbagai macam cinderamata.
                Ji’ronah adalah tanda batas haram maka jamaah harus memakai pakaian ihram dan berniat ihram sebelum memasuki tanah suci Makkah. Banyak ulama berpendapat bahwa miqot yang dilakukan di Masjid Ji’ronah merupakan miqot tertinggi derajatnya dibandingkan dengan miqot yang lain. Rasulullah pernah bermukim selama 13 hari dan berihram di masjid ini sebelum melakukan umrah.

 

Masjid Tane’em

                Masjid Tane’em terletak di sebelah utara masjidil haram dengan jarak sekiatar 7,5km di pinggir jalan raya menuju Kota Madinah, dan sekaligus menjadi batas utara tanah haram.  Masjid ini menjadi tempat miqot bagi penduduk Makkah yang akan melaksanakan Umrah.  Masjid ini sering mengalami renovasi sampai pada masa pemerintahan almarhum Malik Fahad bin Abdul Aziz.
                Luas Masjid Tane’em  sekitar 6000 meter persegi dan luas keseluruhan kira-kira 84.000 meter persegi. Masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas diantaranya halaman parkir, tempat wudhu  dan toilet. Di dalam masjid juga dilengkapi dengan fasilitas,  seperti AC, kipas angin, mushaf al-Qur’an, serta lantai beralaskan permadani yang sangat indah. Masjid ini menyediakan transportasi bus sebagai angkutan umum  menuju Masjidil Haram.